Pengolahan sampah plastik yang aman
Inovasi

Anjuran Pengelolaan Sampah Plastik yang Aman

Kampanye dalam menjaga kesehatan dunia kian penting apalagi dalam menjaga kebersihan dari bahan-bahan polusi seperti plastik yang kian marak digunakan. Perlu pengelolaan sampah plastik yang aman untuk mengimbangi penggunaan sampah yang masif.

Sampah sendiri merupakan alat yang sudah habis masa pakai dalam beberapa kemasan, namun faktanya sampah plastik bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan lain.

Bahaya dari penggunaan sampah plastik yang tidak diurus bisa memakan waktu hingga ratusan tahun untuk dapat terurai secara alami. Bahkan, plastik yang sudah terurai masih memberikan dampak negatif seperti kandungan mikro plastik yang bisa mengendap pada hewan maupun tumbuhan [1].

Sampah plastik yang menjadi masalah harus diolah apalagi sebelum dapat mencemari laut. Indonesia sendiri merupakan penghasil sampah plastik laut terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Penelitian dari UC Davis dan Universitas Hasanuddin yang dilakukan di Paotere, Makassar menunjukkan bahwa 23% sampel ikan yang diambil mengandung mikroplastik [1].

Faktanya, bila sampah plastik diolah dengan baik maka mampu menghasilkan berbagai manfaat, seperti keuntungan dari segi ekonomi dan kesehatan dari segi lingkungan. Pemerintah Pusat gencar melakukan berbagai upaya untuk mengelola sampah plastik yang aman.

Di Bali, Kabupaten Badung, pengelolaan sampah plastik dibuat menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Selain Bali, Surabaya juga melakukan peluncuran Suroboyo Bus yang mana tiketnya merupakan sampah plastik [1].

Adapun berbagai cara untuk mengimbangi pengelolaan sampah plastik yang aman, tentu semua elemen masyarakat harus kompak dalam penanganan isu satu ini.

Apa Itu Sampah Plastik?

Semua kebutuhan kini sudah beralih ke produk kemasan, namun dengan tingginya minat dan permintaan maka tidak heran bila sampah plastik kian banyak tersebar. Semua produk mulai dari kemasan air, bubuk kopi, produk makanan, minuman, hingga kemasan untuk masakan masih menggunakan sampah plastik [2].

Sayangnya, sampah plastik yang memiliki sifat anorganik memang sangat sulit diurai, bahkan membutuhkan waktu hingga puluhan tahun lamanya. Plastik yang digunakan juga berbahaya bagi ekosistem setempat, termasuk hewan atau biota laut.

Sempat tersebar bungkus kemasan mie instan yang dibuat 19 tahun lalu masih dalam kondisi utuh saat proses pembersihan sampah di pesisir pantai di Malang. Tentu kasus sampah plastik yang menyebar di berbagai lokasi harus menjadi perhatian banyak orang [1].

Pemerintah setempat juga mengeluarkan banyak edaran, apalagi dengan maraknya penggunaan sampah plastik. Setidaknya, DKI Jakarta, Bekasi, Bogor, Denpasar, Semarang, Banjarmasin hingga Balikpapan mengumumkan peraturan tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan dan Pelarangan Kantong Plastik di daerah toko swalayan, pusat perbelanjaan, hingga pasar rakyat.

Pencemaran Sampah Plastik Dunia

Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut [2].
Tentu Indonesia menghasilkan sampah yang tidak sedikit, namun dengan skala dunia maka dipastikan jumlah sampah plastik kian banyak dan tersebar. Kantong plastik yang terbuang ke lingkungan luas sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik. Jumlah ini menempatkan Indonesia di urutan kedua sebagai negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke laut terbesar, setelah Tiongkok [2].

Tidak heran bila pencemaran sampah plastik di dunia harus disikapi secara khusus, Indonesia sendiri sudah memulai dengan pengelolaan sampah plastik yang aman baik dari hulu ke hilir, dimulai dari Pemerintah yang mengeluarkan peraturan tentang kantong plastik.

Pengelolaan Sampah Plastik yang Aman

Sejatinya sampah plastik bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, selain karena mudah didapatkan tentu sampah ini bisa menjadi salah satu tipe yang berharga untuk digunakan kembali. Untuk skala pengelolaan, sampah plastik bisa menjadi alat-alat praktik atau kesenian. Bahkan, sampah plastik bisa digunakan sebagai alat fungsional atau seni terapan [3].

Banyaknya penggunaan sampah plastik seperti perlombaan bisa menjadi cara untuk mengelola sampah plastik yang aman. Fungsinya untuk menjadi pot tanaman hingga sampah plastik untuk kreasi mainan yang kreatif.

Sampah plastik yang aman juga bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti tas belanja ramah lingkungan. Tidak butuh uang yang banyak karena teknik anyaman bisa digunakan untuk tas belanja dari bahan sampah plastik [3].

Tidak hanya dari pemerintah dan masyarakat, perusahaan juga harus aktif dalam mengelola sampah plastik yang aman. Bagaimana dan apa saja contoh pengelolaan sampah plastik skala perusahaan?

Pengelolaan Sampah Plastik Skala Perusahaan

Salah satu contoh perusahaan yang aktif dalam mengelola sampah plastik adalah AQUA. Komitmen AQUA dalam mengelola sampah botol plastik ditegaskan dengan peluncuran kampanye #BijakBerplastik pada 5 Juni 2018 silam [4].

Sejak saat itu, AQUA menjalankan tiga kegiatan utama dalam pengelolaan sampah botol plastik, yakni Pengumpulan, Edukasi dan Inovasi. Dalam pengumpulan botol plastik, AQUA berkomitmen untuk mengumpulkan sampah plastik dari lingkungan lebih banyak dari yang digunakan pada tahun 2025 [4].
Adapun cara melakukannya ialah dengan meningkatkan program bisnis sosial untuk mengumpulkan dan mendaur ulang sampah plastik. AQUA melengkapinya dengan mendukung teknologi untuk mengumpulkan lebih banyak.

Selanjutnya, terkait edukasi #BijakBerplastik, AQUA mematok target penyebaran kesadaran bijak plastik kepada masyarakat. Pada tahun 2025, AQUA ingin kampanye #BijakBerplastik bisa menyasar 100 juta konsumen [4].

Untuk itu, mereka gencar menyebarkan kampanye daur ulang di sekolah, ruang publik dan berkolaborasi dengan pemerintah serta ritel untuk uji coba dan memulai budaya daur ulang di kota-kota besar.

Bersama dengan pengumpulan sampah dan edukasi, #BijakBerplastik dilengkapi dengan inovasi produk. AQUA mengambil langkah besar dengan memastikan plastik yang digunakan masuk ke dalam ekonomi sirkuler. AQUA berencana membuat seluruh kemasannya 100% dapat didaur ulang pada tahun 2025 sekaligus meningkatkan proporsi plastik daur ulang di botol menjadi 50% pada tahun yang sama [5].

 

Referensi:
1. http://indonesiabaik.id/infografis/indonesia-darurat-sampah-plastik
2. https://www.rumah.com/panduan-properti/sampah-plastik-masalah-yang-muncul-dan-solusinya-27262
3. https://www.almostzerowaste.com/reduce-plastic-waste/
4. https://www.sehataqua.co.id/bijak-berplastik-aqua-kelola-sampah-botol-plastik-dengan-baik/
5. https://www.sehataqua.co.id/aqua-mengatasi-sampah-plastik-dengan-daur-ulang-botol-plastik/