Edukasi

Bangun Perilaku “Sampahku Tanggung Jawabku” ke Penerus Bangsa, Danone-AQUA Gandeng Guru SD

Danone-AQUA menggandeng 180 guru dari 90 sekolah dasar negeri dan swasta dari seluruh Indonesia untuk membangun perilaku mengelola sampah pada anak usia sekolah secara lebih terstruktur, sistematis dan masif.

Ini sesuai dengan komitmen Danone-AQUA untuk memimpin kampanye nasional yang bertujuan  membangun kesadaran dan mendorong perubahan perilaku masyarakat luas dalam mengelola sampah.

Dimulai dari penyusunan buku pengayaan pengelolaan sampah bagi guru bertema “Sampahku Tanggung Jawabku”, yang turut dilengkapi dengan buku pembelajaran siswa dan materi pendukung seperti poster, ular tangga dan lagu anak-anak; selanjutnya diadakanlah pelatihan guru dalam bentuk Training of Trainers (ToT).

ToT pun dilakukan di Jakarta, Bali dan Labuan Bajo pada awal tahun ini, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru untuk mengedukasi anak-anak didiknya agar bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan. Juga agar mereka mengetahui cara memilah dan mengelola sampah dengan baik guna memastikan alam tetap terjaga keberlanjutannya.

“Penyusunan dan pelatihan materi edukasi ini selain menjadi wujud komitmen #BijakBerplastik yang digagas Danone-AQUA di tahun 2018, juga menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Bersih yang dibangun oleh Pemerintah Indonesia,” ujar Direktur Pembangunan Berkelanjutan Danone Indonesia, Karyanto Wibowo.

Pada program ini, Danone-AQUA sebagai penggagas utama, bermitra dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi, Universitas Indonesia, serta Yayasan Lentera Anak. Bersama-sama, seluruh mitra meluncurkan rangkaian materi edukasi “Sampahku Tanggung Jawabku”  pada 26 November 2019 lalu di Jakarta.

Danone-AQUA sendiri, sejak 1993, merupakan pionir pengelolaan sampah kemasan, dengan menginisiasi program AQUA Peduli, yang fokus pada penarikan dan daur ulang botol plastik bekas paska konsumsi. 

Pada 5 Juni 2018, Danone-AQUA meluncurkan gerakan #BijakBerplastik, yang memiliki komitmen untuk berkontribusi menurunkan  jumlah sampah plastik di laut hingga 70 persen pada 2025. Gerakan ini dibangun dengan menciptakan solusi inovatif melalui kolaborasi multi pihak, yaitu pemerintah, dunia pendidikan, industri, organisasi kemasyarakatan, asosiasi perusahaan, media, LSM dan komunitas.